WELCOME TO "O-REZ" BLOG

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Budaya!!!

Wellcome to my blog !
Selamat datang teman-teman pecinta budaya ... Blog ini O-Rez buat untuk memberi sedikit bantuan kepada teman-teman yang sedang membutuhkan naskah-naskah teater, cerpen, maupun monolog. Tak perlu panjang lebar, silahkan nikmati naskah-naskahnya !!!
Semoga berguna !!!

Keep Smiling From O-Rez :)

Label

Minggu, 07 Oktober 2012

DIAM


DIAM
Judul asli : Le Silence
Karya : Jean Marrot
Saduran : Bakdi Soemanto
Para Pelaku :
  1. Aleks
  2. Irna
  3. Dawud


Pentas menggambarkan sebuah ruangan kamar tamu. Ada beberapa meja dan kursi. Ada sebuah pintu di sebelah kiri untuk keluar masuk. Di atas meja ada beberapa buku. Saat itu sore hari, kira-kira pukul 18.00. Lampu belum dinyalakan.

01.   Aleks   : (masuk, menjatuhkan buku-bukunya di meja, dan duduk dengan kesal) Bing, Bing. (berhenti) Bing, Bing. (berhenti) Bong, Bong. (berhenti) Bong, Booooong. Huh, Bongkrek.
02.       Irna      : He, sudah lama?
03.       Aleks   : Baru saja. Kau?   
04.       Irna      : Lebih baru dari kau. Mana Bing?
05.       Aleks   : Tahu. Keluar ‘kali.
06.       Irna      : Jadi, nggak jadi?
07.     Aleks   : Sejauh info samar-samar, tafsiran masih bebas, kau boleh bilang jadi, boleh bilang tidak jadi. Boleh bilang ditunda, boleh bilang dimulai, tetapi terlambat, dan apa saja.
08.        Irna      : Kalau tahu begini, aku mestinya...
09.    Aleks   : Nggak kemari, dan ke Rahayu bersama Agus, nonton dan jajan, dan minum-minum, dan rileks, dan putar-putar kota, dan cuci mata, dan...
10.      Irna      : Cukup. Kau tak usah memperolok-olok Agus begitu. Memang dia tak sehebat kau, tak sebrilyan kau, tak sepopuler kau, tak serajin kau, dan tak sekaya kau....
11.  Aleks : Cukup. Tak usah kau mengejek begitu. Berkata menyanjung-nyanjung, tetapi menjatuhkan, menghina, meremehkan, memandang rendah, me.....
12.        Irna      : Cukup, tak u ...
13.        Aleks   : Cukup. Kau...
14.        Irna      : Sudah.
15.        Dawud   : (tiba-tiba masuk) Sudah. Setiap kalu ketemu, begini. Di sekolah, di kantin, di sini, di rumah Amroq, di rumah Pak Juweh, di rumah...
16.        Irna      : Sudah. Kau juga sama saja. Marah selalu. Di sini, di sana, dan...
17.        Aleks   : Kau juga mulai lagi. Masalahnya itu apa? Dipecahkan. Tidak asal ngomong, asal...
18.        Dawud : Diam.
19.        Semuanya diam sejenak dan beberapa jenak.
20.        Aleks   : Ini jadi...
21.        Irna      : Diam. Dawud bilang apa? Masak nggak denger bahwa da..
22.        Dawud : Diam, Irna. Kalau kau terus-terus begitu, berkeringat tanpa guna. Padahal...
23.    Aleks   : Kau juga ngomong melulu. Nggak konsekwen itu namanya. Absurd. Buat larangan dilanggar sendiri. Huuh. Dasar...
24.        Irna      : Kau mulai lagi. Komentar itu secukupnya. Tidak ngelantur ke sana ke sini...
25.        Aleks   : Diam, Irna, diaaammm!
26.        Dawud : Kau juga diam dulu, jangan menyuruh melulu, nggak memberi contoh...
27.        Irna      : Kau sendiri mesti diam dulu, baru yang lain itu, Wud.
28.        Diam semua. Tiba-tiba meledak tawa mereka bersama-sama.        



****
Diketik ulang oleh: Ni Ketut Anis Widhiani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar