WELCOME TO "O-REZ" BLOG

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Budaya!!!

Wellcome to my blog !
Selamat datang teman-teman pecinta budaya ... Blog ini O-Rez buat untuk memberi sedikit bantuan kepada teman-teman yang sedang membutuhkan naskah-naskah teater, cerpen, maupun monolog. Tak perlu panjang lebar, silahkan nikmati naskah-naskahnya !!!
Semoga berguna !!!

Keep Smiling From O-Rez :)

Label

Kamis, 11 Oktober 2012

INSPEKSI


INSPEKSI
Fransiskus Assisi Woddy Satyadarma

Para Pelaku:
  1. Ihnas
  2. Yunus
  3. Hajir
  4. Tumeles
  5. Karman


Panggung merupakan sebuah ruangan yang luas, dengan beberapa kursi dan meja. Sehingga mirip dengan sebuah ruangan tamu dengan beberapa pasang zitje. Sebuah rak buku tampak di sana. Tentu saja penuh dengan buku-buku. Pada dasarnya ruangan itu memang kamar tamu sebuah asrama, tapi pada jam-jam tertentu juga menjadi ruangan rekreasi, penghuni asrama itu. Waktu itu sore hari sekitar jam 16.27 WIB. Yunus masuk ke panggung berbaju biru muda, mandi keringat, dengan tangan memegang sebotol limun, terengah-engah, dan duduk di kursi, membelakangi penonton. Seorang kawannya lagi, Karman, masuk mau mengambil buku tetapi melihat Yunus, berhenti sejenak, memandangi Yunus, lalu mengambil buku kemudian exit. Selesai minum, Yunus lalu meletakkan botol, lalu merentangkan tangannya, lalu membuka bajunya yang basah kuyup, sehingga ia tinggal bersinglet, lalu memandangi baju yang basah kuyup itu, dan menaruhnya di sandaran kursi. Persis selesai Yunus membenahi bajunya, Ihnas masuk.
1.      Ihnas          : Lha, lagi-lagi...
2.      Yunus         : (memotong sebelum kalimat Ihnas selesai) Lagi-lagi liku-liku.
3.      Ihnas          : Kalau Mas Hajir melihat kau begitu ceroboh, tahu rasa kau.
4.      Yunus         : Hah, rasa apa saja yang perlu kuketahui?
5.      Ihnas          : Rasa garam, tahu?
6.      Yunus         : Garam?
7.      Ihnas          : Ya, garam produksi sendiri itu.
8.      Yunus         : Ah, yang benar aja kamu, masak garam suruh rasa. Gimana sih kau, Nas?
9.      Ihnas          : Ya, garam keringatmu itu, Goblok!
10.  Yunus         : Kau ini ngomong apa. Masak Mas Hajir suruh aku mencicipi keringatku sendiri.
11.  Ihnas          : Habis kalau enggak, siapa yang suruh nyicip? Aku?
12.  Yunus         : Maksudmu gimana sih, Nas?
13.  Ihnas          : Ini kan kamar tamu. Kalau kau naruh baju di sini kan...gila. Kalau si Mincuk kemari gimana?
14.  Yunus         : Ooooo ini toh soalnya. Lantas mesti...
15.  Ihnas          : (memotong) Taruh di kamar sendiri sana. Terus mandi. Jangan begitu dong kau.
16.  Yunus         : Perkara naruh di kamar kan urusan gua sendiri. Demikian pula soal mandi. (kembali duduk dan minum limun dari botol)
17.  Ihnas          : Kau mulai keras kepala, ya?
18.  Yunus         : Apa kepalamu nggak keras? Coba aku pegang sini?
19.  Ihnas          : Nus!
20.  Yunus         : Apa?
21.  Ihnas          : Ini peringatanku demi kebaikanmu. Ambil baju itu dan bawa ke kamarmu.
22.  Yunus         : Sejak kapan kau diberi mandat memberi peringatanpada aku?
23.  Ihnas          : Aku senior di..
24.  Yunus         : Perkara senior kan tidak ada sangkut pautnya dengan baju.
25.  Ihnas          : Kau taat tidak?
26.  Yunus         : Lagaknya.
27.  Ihnas          : Taat atu tidak? Jawab!
28.  Yunus         : (diam minum)
29.  Ihnas          : Jawab!
30.  Yunus         : (masih minum)
31.  Ihnas          : Jawab!
32.  Yunus         : (mulutnya masih penuh limun dan menjawab)Yaaa! (limun tumpah ke lantai dari mulut)
33.  Ihnas          : Aduuuuhhhh...ini apa? (menunjuk tumpahan limun)
34.  Yunus         : Mana?
35.  Ihnas          : Ini. Lihat ini!
36.  Yunus         : Ooooooooo itu, toh! Sebentar (jongkok, jarinya mendulit tumpahan limun, mencicip, lalu tertawa) limun ini.
37.  Ihnas          : Nus.
38.  Yunus         : Apa?
39.  Ihnas          : Kau ini gila apa waras?
40.  Yunus         : Suruh milih apa gimana?
41.  Ihnas          : (semakin penasaran) Kau gila apa?
42.  Hajir           : (masuk) He, he, he, he...(makin keras) Ini bukan jam bertengkar!
43.  Ihnas          : Rasain, lu! (kepada Yunus)
44.  Yunus         : (terus duduk di tumpahan limun)
45.  Hajir           : Kalian ngapain ini?
46.  Ihnas          : Tuh, si Yunus naruh baju di situ.
47.  Hajir           : Ihnas, Yunus..
48.  Yunus         : Ada. (jawaban seperti orang diabsen)
49.  Hajir           : Ngapain duduk di lantai? Tidak bisa duduk di kursi?
50.  Yunus         : Bisa.
51.  Hajir           : Berdiri.
52.  Yunus         : (berdiri terus menutup pantat yang basah oleh limun)
53.  Hajir           : Ihnas..
54.  Ihnas          : Yap!
55.  Hajir           : Ambilkan buku instruksi.
56.  Ihnas          : Siap. (exit ke kanan)
57.  Hajir           : Yunus.           
58.  Yunus         : Siap!
59.  Hajir           : Dengar pertanyaanku dan jawab dengan jujur.
60.  Yunus         : Siap!
61.  Hajir           : Sudah berapa kali..
62.  Yunus         : (memotong dengan cepat) Dua kali, sarapan dan makan siang...
63.  Hajir           : Dengarkan dulu, jangan memotong...tahu?
64.  Yunus         : Siap!
65.  Hajir           : Sudah berapa kali kau melakukan kesalahan-kesalahan sehingga dengan demikian kau diperingatkan dengan keras karena tindakanmu yang dapat dikategorikan sebagai tindakan indisipliner, dan mengurangi kewibawaan baik seluruh persekutuan, baik tingkat lokal, maupun regional...?
66.  Yunus         : Regional.
67.  Hajir           : Apa?
68.  Yunus         : (memikir sebentar) Lokal.
69.  Hajir           : Apa?
70.  Yunus         : (memikir sebentar) Indisipliner.
71.  Hajir           : (jengkel) Sudah berapa kali?
72.  Yunus         : (diam)
73.  Hajir           : Sudah berapa kali? Jawab!
74.  Yunus         : Dua kali. Sarapan dan makan siang, makan malam belum.
75.  Hajir           : (jengkel) Sudah berapa kali kau melakukan kesalahan-kesalahan sehingga dengan demikian kau diperingatkan dengan keras karena tindakanmu yang dapat dikategorikan sebagai tindakan indisipliner, dan...

(Riiiiiiiing, telepon berdering dari dalam, lalu orang berteriak:  “Telepon unutk Persekutuan Lokal.” Hajir exit ke dalam dengan lari, sementara dari sisi lain, Tumeles masuk)

76.  Tumeles      : Ngapain kau?
77.  Yunus         : Gila, gara-gara si Ihnas.
78.  Tumeles      : Kau mandi sana!
79.  Yunus         : Nanti kalau Mas Hajir kembali?
80.  Tumeles      : Biar saja. Dia juga terlalu. Dia dulu kan bekas pimpinan HANRA di kampungnya. Mentang-mentang setelah Pimpinan Persekutuan kita menunjuk dia jadi Ketua Asrama terus begini sama kawannya sendiri.
81.  Yunus         : Tapi dia juga nggak salah sebenarnya.
82.  Tumeles      : Kok nggak salah?
83.  Yunus         : Mas Hajir itu kan pelaksana peraturan.
84.  Tumeles      : Baik. Kau mandi dulu sana. Biar aku yang membersihkan lantainya.

(keduanya exit, tetapi Tumeles segera masuk kembali membawa pel lantai, sambil membenahi kursi-kursi. Hajir masuk dengan tergopoh-gopoh )

85.  Hajir           : He, anu...Pimpinan Regional mau datang, nanti kira-kira sepuluh menit lagi...kita harus siapkan semuanya.
86.  Tumeles      : Tapi ini masih kotor lantainya..
87.  Hajir           : Itu kursi itu pindah sini. (Tumeles menjinjing kursi yang satu dipindah ke yang lain)
88.  Hajir           : Itu, itu mejanya yang sana pindah sini. (Tumeles melaksanakan perintah Hajir dengan susah payah)
89.  Hajir           : (teriak) Ihnas!
90.  Ihnas          : (masuk) Yap!
91.  Hajir           : Pimpinan Regional akan segera datang. Anu...eee itu buku-buku dibersihkan semuanya...ambil sulak. (Ihnas exit dan Hajir teriak) Karman! Karman!
92.  Karman      : Ya, mas.
93.  Hajir           : Ambil taplak meja, buku-buku ilmiah, buku-buku suci, salib-salib, patung-patung, siap di sini...
94.  Karman      : Ya, mas.
95.  Hajir           : Cepat!
96.  Karman      : (exit)
97.  Hajir           : Yunus! (teriak)
98.  Yunus         : (dari dalam) Sebentaaaaaar!
99.  Hajir           : Tumeles....!

100.          Tumeles            : Yap!
101.          Hajir                 : Kau bisa siapkan minuman?
102.          Tumeles            : Berapa?
103.          Hajir                 : Biasanya, Pimpinan Regional datang, dengan rombongan. Sebentar (memikir) Pimpinan sendiri, Wakil Kesatu, Wakil Kedua, lantas itu, dan...pokoknya sekitar lima belas botol minum. Masih ada toh?
104.          Tumeles            : Kalau sisa kemarin tinggal enam. Satu diminum oleh Yunus.
105.          Hajir                 : Kau beli sebentar...tapi jangan nggak mungkin.
106.          Tumeles            : Begini saja.
107.          Hajir                 : Bagaimana?
108.          Tumeles            : Tapi nanti...wah, gimana ya?
109.          Hajir                 : Nggak apa-apa. Katakan idemu. Belum tentu jelek, ya toh... 
110.          Tumeles            : Begini. Maksud saya, supaya segalanya itu tampak hebat. Ya toh, pokoknya sip, ya, toh. Lha itu...., begini....nanti kalau Pimpinan Regional itu datang ya toh...
111.          Hajir                 : Cepat!
112.          Tumeles            : Gelas-gelas disiapkan ya, toh?
113.          Hajir                 : Minumannya itu apa? Kan kurang persediaan limun kita. Buat teh juga nggak mungkin. Kalau disuguh air, ya bagaimana, katakan saya idemu.
114.          Tumeles            : Makanya wadahnya disiapkan.
115.          Hajir                 : Lantas yang diwadahi itu apa?
116.          Tumeles            : Nanti dulu, pokoknya itu wadah. Ya, toh, zaman sekarang yang perlu itu wadah dan konsepsi itu ya, toh. Rumusan itu, ya, toh. Disipilin terhadap wadah dan rumus itu, ya, toh?
117.          Hajir                 : Lha, iya, yang diminum itu apa?
118.          Tumeles            : Yang diminum itu abstrak.
119.          Hajir                 : Lho, abstrak bagaimana?
120.          Tumeles            : Yang penting kan logis dan rasional toh?
121.          Hajir                 : Gila! Yunus! (teriak)
122.          Yuus                : Ya.
123.          Hajir                 : Kau telepon sana. Berapa orang kira-kira tamunya.
124.          Yunus               : Baik. (exit)
125.          Karman            : (masuk membawa barang-barang. Buku-buku, patung-patung, dan lain-lain )
126.          Hajir                 : Nah, disiapkan di sini. Yang rapi. (semua ikut mempersiapkan dan membenahi barang-barang itu.)
127.          Ihnas                : (masuk membawa sulak)
128.          Hajir                 : Ayo, bersihkan itu, cepat! Cepat, cepat!
129.          Yunus               : (masuk)
130.          Hajir                 : Bagiamana?
131.          Yunus               : Cuma tujuh orang. Tapi mereka cuma sebentar. Yang akan ditinjau... 
132.          Hajir                 : Gizi?
133.          Yunus               : Bukan, tetapi...
134.          Hajir                 : Kebersihan?
135.          Yunus               : Bukan, tetapi...
136.          Hajir                 : Lonceng?
137.          Yunus               : Bukan, tetapi...
138.          Hajir                 : (membentak) Apa, katakan cepat!
139.          Yunus               : Ya. Itu. Oooooo bukan, bukan kamar tetapi...ah, apa itu...ah itu loh..apa...
140.          Karman            : Disiplin...
141.          Yunus               : Nah, itu...oh bukan. Bukan itu, bukan disiplin. Tetapi ah, apa itu, ah itu lho yang....
142.          Tumeles            : Limun?
143.          Yunus               : Nah, stabilitas. Pokoknya yang kurang stabil, diperbaiki dulu.
144.          Hajir                 : Kalau begitu cek semua kursi meja, stabil tidak berdirinya.

(semua mengecek kestabilan meja dan kursi dan mengggoyang-goyangkan)

145.          Hajir                 : Beres!
146.          Semua              : Beres!
(Kriiiingg telepon berdering lagi)

147.          Hajir                 : Tumeles.
148.          Tumeles            : Yap!
149.          Hajir                 : Terima telepon itu, cepat!
150.          Tumeles            : Siap. (exit)
151.          Hajir                 : Ingat! Ini gawat, tahu?
(semua mengangguk)
152.          Hajir                 : Tegas eksplisit
153.          Semua              : Tahuuuuuuu..!
154.          Hajir                 : Bagus. Apa saja jawab baik, kalau ada pertanyaan dari Pimpinan. Misalnya, gizi, pendidikan, disiplin, dan lain-lain.
155.          Semua              : Baikkkkkk.
156.          Hajir                 : Goblok. Soal pencuri dan lain-lain, jawab: “tidak ada!”
157.          Semua              : Tidak adaaaaaa!
158.          Tumeles            : (masuk)
159.          Hajir                 : Bagaimana?
160.          Tumeles            : Anu, tidak jadi ada inspeksi. Malah Mas Hajir diminta datang ke Asrama yang diketuai Pimpinan Regional.
161.          Hajir                 : Lho!
162.          Tumeles            : Di sana sedang ada kesibukan mendadak, sebab Pimpinan Pusat meninjau ke sana, kita diminta membantu.
163.          Semua              : Horeeeeee, yaaaaaaaa!




**

Diketik ulang oleh: Ni Ketut Anis Widhiani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar