WELCOME TO "O-REZ" BLOG

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Budaya!!!

Wellcome to my blog !
Selamat datang teman-teman pecinta budaya ... Blog ini O-Rez buat untuk memberi sedikit bantuan kepada teman-teman yang sedang membutuhkan naskah-naskah teater, cerpen, maupun monolog. Tak perlu panjang lebar, silahkan nikmati naskah-naskahnya !!!
Semoga berguna !!!

Keep Smiling From O-Rez :)

Label

Kamis, 11 Oktober 2012

HM1L


HM1L [baca:hamil]
Karya : Puthut Buchori

PERTUNJUKAN DIMULAI DENGAN LAGU DAN GERAK RAMPAK YANG MENGGAMBARKAN TENTANG SEMANGAT KAUM MUDA DALAM MENGHADAPI DUNIA.
SYAIR 1 : MANUSIA MUDA
Orang-orang Muda
Tersisihkan keangkuhan generasi
Dikalahkan kesombongan basi
Korban orde pembodohan

Kami tak lagi bisa bungkam
Tak lagi kami hanya diam
Mesti terkotak sistem aturan
Namun kami tetap punya otak

Bergerak derak harus teriak
Energi kami masih perkasa
Menerjang menerpa meski menendang
Karena kami tak pernah lelah

Dengan gaya kami
Inilah diri kami
Aneka ragam keinginan terpendam
Rupa-rupa warna hasrat
Suka-suka segala dicoba
Hura-hura sisi dunia ceria
Muda-muda gaya
Hidup untuk dinikmati
Jadikanlah segalanya ceria
Uh…. Mempesona

BAGIAN 1
SEKELOMPOK ANAK MUDA KAUM PINGGIRAN YANG BERGAYA ‘PUNK[1]’ BERLARIAN MENGEJAR SESEORANG YANG MEREKA ANGGAP SEBAGAI MANGSA. DISUSUL KEMUDIAN SEKELOMPOK ANAK MUDA YANG BERPAKAIAN MODIS (MODE MASA KINI) YANG JUGA SEDANG MENGEJAR SESEORANG  YANG JUGA MEREKA ANGGAP SEBAGAI MANGSA.

BAGIAN 2
SEORANG PEREMPUAN BELIA DUDUK DIAM SEDANG DIADILI KEDUA ORANG TUANYA. DIA HANYA MENANGIS TAK BERDAYA, SEMENTARA AYAHNYA MARAH KARENA KELAKUAN ANAK SEMATA WAYANGNYA TIDAK SESUAI HARAPAN.

001. AYAH                 :  Apa, hamil ?
002. SISI                     :  Ya, maafkan Sisi ayah ?

BAGAI PETIR MENYAMBAR DISIANG BOLONG, AYAH MARAH SEJADI-JADINYA.
003. AYAH                 :  Oh my God !!, dosa apalagi yang diperbuat anak ini, kutukan apalagi yang menimpa keluarga ini.
004. SISI                     : Maaf….
005. AYAH                 :  Diam!! Ayah kurang memberi apa padamu, uang jajan,  pendidikan, kebutuhanmu sehari-hari. Kurang apa coba, segala permintaanmu aku kabulkan semua. 
006. SISI                     : Ayah…
007. AYAH                 : Jangan bicara dulu! Apa kamu tidak kasihan pada ayahmu ini, pontang-panting bekerja untuk memenuhi kebutuhan kalian, memberi makan kalian….
008. SISI                     : Ayah…
009. AYAH                 : Diam kataku!
010. IBU                      : Ayah, berilah waktu untuk dia berpendapat.
011. AYAH                 : Kamu juga bu, orang tua yang tak bisa mendidik anak. Kamu lebih banyak di rumah, lebih banyak bersama anak semata wayang ini, kok ya bisa-bisanya sampai kecolongan “meteng[2]” !
012. IBU                      : Ha, elho[3] ! kok jadi ayah juga menyalahkan aku ?
013.AYAH                  : Kamu ibunya, tugasmulah mendidik anak !
014. IBU                      : Siapa bilang ? Ayah juga punya kewajiban mendidik dia.
015. AYAH                 : Aku sibuk bekerja !
016. IBU                      : Aku juga sibuk…
017. AYAH                 : Sibuk apa ? Arisan, piknik, sibuk ubyang-ubyung[4] dengan kelompok arisanmu itu ?
018. IBU                      : Alaah[5], ayah hanya bisa menyalahkan, menghindar dari tanggung jawab moral…

DI TENGAH PERTENGKARAN ITU, SISI BERTERIAK HISTERIS, SUASANA JADI SEPI, BAPAK DAN IBU KELUAR DARI PANGGUNG. HANYA ADA SISI SENDIRI. MELAMUN, MENERAWANG JAUH, KOSONG.

SYAIR 2 : ELEGI SISI
Langkahku memang salah, hatiku tak terarah
Karna  tergoda dosa aku dicampakkan
Terusir dari dunia yang kucinta
Tersisih dari orang tercinta
Tak tahu harus kemana menapak
Agar tetap diterima dan dicinta
Aku butuh arah, tanpa dihantui aib, dosa dan sesal

Ini bukan salahku semata
Ini salah keadaan, ini salah suasana
Ini salah jaman yang menuntutku berbuat
Mengajariku untuk ringan melakukan

BAGIAN 3
ANAK-ANAK BERGAYA ‘PUNK’ DENGAN ANEKA MACAM KENDARAAN: SKATEBOARD, SEPATU RODA, SEPEDA, DAN LAIN SEBAGAINYA. BERTERIAK TANPA ATURAN, MENDEKATI SISI YANG MASIH SENDIRI.

019. SISI                        :  Kalian ini siapa? Kok berdandan aneh ?
020. P M                        :  Atas nama pimpinan kami kaum Punk, perkenalkan aku Punk  Melankolis akan menjadi malaikatmu.
021. SISI                        :  Malaikat ?
022. P M                        :  Ya, malaikat yang dalam bahasa inggrisnya, sebentar..           (membuka kamus) nah ini.. angel (dibaca tetap angel-jawa-)
023. SEMUA                  :  Hu.. enjel..
024. P M                        :  Ya, ucapannya seperti temen-temenku itu tadi, maklum bahasa Inggris anyaran[6]..
025. SISI                        :  Kok malaikat ?
026. P M                        :  Ya jelas malaikat, karena kami akan menolongmu, (kepada kelompok Punk) ya ?
027. SEMUA                  :  Tul !
028. P M                        :  Karena aku tahu, kamu sedang kesusahan (kepada kelompok Punk) ya ?
029. SEMUA                  :  Tul !
030. P M                        :  Karena aku tahu, kamu sedang kesepian (kepada kelompok Punk) ya ?
031. SEMUA                  :  Tul !
032. P M                        :  Karena aku tahu, kamu sedang sendiri (kepada kelompok Punk) ya ?
033. SEMUA                  :  Tul !
034. P M                        :  Sebab aku tahu, kamu sedang butuh teman (kepada kelompok Punk) ya ?
035. SEMUA                  :  Tul !
036. P M                        :  Good… good …good… begitulah kami, kompak.
037. SISI                        :  Tetapi, aku…
038. JI-PUNK                :  Sudahlah, dik Friend, jangan ragukan soliditas dan soladaritas pertemanan kami, jangan remehkan kualitas dan kuantitas serta orisinalitas perkawanan kami.
039. SISI                        :  Siapa lagi ini ?
040. P M                        :  Oh, ini Ji-Punk, atau Punk Genter[7], beliau ini sekertaris kaum Punk.
041. SISI                        :  Walah-walah, ada sekertarisnya ?
042. JI-PUNK                :  Meskipun kami ini kelompok inkonstitusional-marjinal[8], tetapi kami sangat aktual, sehingga menganut organisasi yang prinsipial..
043. SISI                        :  O…
044. JI-PUNK                :  Oh ya dik friend , tadi ada instruksi dari kepala suku kami ‘ Bos Punk- reas’. Beliaunya ingin menemui dik friend langsung.
045. SISI                        :  Yang mana sih, pimpinan kalian ? Kok keliatannya seru sekali ?

KEMUDIAN SISI MENEMUI PIMPINAN PUNK YANG TERNYATA DILUAR DUGAAN, BERPOSTUR TUBUH KECIL DAN BISU.

046. SISI                        :  (Tertawa geli) Jadi ini, bos kalian ? Hallo bos..
047. BOS                       :  (Berbicara tidak jelas)Operty iuythu nhuuijku bfgtrye okiuy
048. SISI                        :  (Semakin geli) Bos kalian...?
049. BOS                       :  (Berbicara tidak jelas, marah) Operty iuythu nhuuijku bfgtye okiuy !!
050. SISI                        :  (Tertawa semakin geli) Yang bener ?
051. BOS                       :  (Berbicara tidak jelas, semakin marah) Operty iuythu nhuuijku bfgtrye, okiuy…
052. PUNK-SIT             :  Eh, jangan main-main dengan bos, kalau marahnya   memuncak ati-ati[9].

SISI MASIH TERTAWA, BOS PUNK-REAS SEMAKIN MARAH DAN KEMUDIAN DENGAN GUNA-GUNA MENYIHIR SISI HINGGA SISI JUGA IKUT BISU.

053. BOS                          :  (Bahasa tidak jelas) Operty iuythu nhuuijku bfgtrye, okiuperty ihu nhuuijku bfgtrye, okiuyl.
054. SISI                           :  (Bahasa tidak jelas) Operty iuythu nhuuijku bfgtrye,okiuy
055. SEMUA                     : Nah bener kan…
056. SISI                           : (Protes) Iperty iuythu nhuuijku bfgtrye, okiuy ?
057. BOS                          :  (Menjawab dengan santai) operty iuythu nhuuijku bfgtrye.
058. SISI                           :  (Mencoba berpendapat) operty iuybfgtyre, okiuy operty iuythu nhuuijku bfgtrye, okiuy.
059. BOS                          : (Masih dengan santai) ouijku bfgtrye, okiuy.
060. SISI                           : (Minta maaf) atoiyujhny iuyhu nhuuijku bfgoikoitr.
061. BOS                          :  (Dengan penuh kebanggaan dan kemenangan, mengabulkan permintaan Sisi) eperty iuythu nhuuijku bfgtrye, okilokiol.
062. SISI                           : (Bicara normal) ... ah akhirnya… terima kasih. Maaf .

DARI KEJAUHAN TERDENGAR SUARA MUSIK DISCO DAN SUARA ORANG-ORANG TERTAWA PENUH KEGIRANGAN.

063. PINKPUNK              : Eh rombongan modis datang.

SEMUA MELIHAT BOS, LALU BOS BERBISIK KEPADA JI-PUNK.

064. JI-PUNK                   : Kata Bos, kita harus sembunyi !!

SEMUA ANAK PUNK BERSEMBUNYI. ROMBONGAN MODIS DATANG MENDEKATI SISI.

065. MODELIA                :  Hey funkies, what happen ?
066. MODELINI               :  Are  you cry, sweet heart ?
067. MODENA                 : Are you sad ?
068. MODENI                  :  Are  you lonely honey ?
069. MOMOD                  :  What do you love me ?
070. KAUMODE              :  Hu.. ngaco !
071. MODELIA                :  Bete[10] ya ? biar akika[11] temenin.
072. SISI                           :  Kalian ini siapa ?
073. MODELIA                :  Aku ini penolongmu.
074. SISI                           :  Penolong ? Kok bisa ? Penolong bagaimana?
075. MODELIA                :  Ya penolong, yang siap menampung segala curhat[12]mu, keluh kesahmu, sakit hatimu, sedih-sedanmu, dan…
076. KAUMODE              :  Kaum mode, penyulap kesedihan menjadi kebahagiaan. Kesusahan berubah keceriaan, jangan bete lah yaw !
077. MODELIA                :  Ya, kami akan membantumu untuk menciptakan kesenangan.
078. KAUMODE              : Waow !
079. MODELIA                : Bermain ke awan yang penuh warna-warna.
080. KAUMODE              : Waow !
081. MODELIA                : Ke atas pelangi yang sudah dapat kami ciptakan sendiri setiap hari..
082. KAUMODE              : Waow !
083. MODELIA                : Ke negeri para bidadari..
084. KAUMODE              : Waow ! Waow ! Waow ! ehm   wow keren…
085. SISI                           : Tetapi biarlah aku pikirkakan dulu, saat ini aku belum bisa berpikir jernih.
086. MODELIA                : Itulah… untuk menjernihkan pikiranmu, tak perlu pikir panjang.. ayo…

TIBA-TIBA ANAK-ANAK PUNK MUNCUL DI HADAPAN MEREKA

087. PARA PUNK            :  Jangan !!
088. PUNK JAMBU         :  Ya, jangan ganggu teman kami, kami akan mati-matian membelanya.
089. PKBN                       :  Sekali saja kau memaksanya, awas !
090. MOMOD                  :  Nantang ya ? Berani ya ? Memangnya siapa kamu ?
091. PUNK JAMBU         :  Aku Punk Jambu.
092. PKBN                       :  Aku Punk Kosong Barbunyi Nyaring.
093. MOMOD                  :  Baik, aku layani. Mudil, maju ! (tokoh Mudil maju menantang)
094. PUNK JAMBU         :  Untuk membela mati-matian, aku tak keberatan. Punk Melankolis, maju !
095. P M                           :  Lho, kok aku ? (Setelah berpikir sejenak akhirnya maju menantang Mudil) baik, oke sajalah…

DENGAN PENUH KEGAGAHAN PUNK MELANKOLIS MENGHADAPI MUDIL, TETAPI BELUM SAMPAI DI DEPAN MUDIL, DIA SUDAH MUNDUR.

096. PARA PUNK            : Kenapa ?
097. P M                           : Kasihan ...
098. BOS                          : (Berbicara tidak jelas) Miujfyr bfgrytgeerefed lhohkihklo.
099. P M                           : Baiklah kalau itu kehendak bos.

DENGAN PENUH KEGAGAHAN KEMBALI KE ARAH MUDIL, TAPI BELUM SAMPAI DI DEPAN MUDIL PUNK MELANKOLIS MUNDUR LAGI.

100. PARA PUNK            : Kenapa lagi ?
101. P M                           : Nggak tega.. sungguh.. yang lain sajalah..

TIBA-TIBA SALAH SEORANG DIANTARA MEREKA BERTERIAK “SERANG!!” DAN TERJADILAH PERKELAHIAN MASSAL. HINGGA AKHIRNYA TERDENGAR SUARA SIRINE MOBIL POLISI, KAUMODIS DAN PUNK MEMBUBARKAN DIRI. KEMBALI SISI SEORANG DIRI.

102. SISI                           : Sendiri lagi…. Mungkin sudah garis hidupku…

TIDAK TAHAN DENGAN RASA SAKIT DAN SEDIHNYA, SISI TERJATUH. LALU MUNCUL ORANG-ORANG LORONG.

BAGIAN 4
SYAIR 3 : ORANG-ORANG LORONG
Orang-orang lorong
Berjiwa penolong
Baju bolong tak berarti hati kami kosong
Orang-orang lorong
Bukanlah tikus pengerat
Penyayat para rakyat
Orang-orang lorong
Orang-orang lorong

103. ORANG 1                 :  Ada yang sakit.
104. ORANG 2                 :  Siapa ?
105. ORANG 1                 :  Entahlah, seorang perempuan muda yang penuh beban derita.
106. ORANG 2                 :  Astaga, kasihan.. entah dosa apa yang mengutuknya..
107. ORANG 3                 :  Mari, kita rawat dia.
108. ORANG 4                 :  Ya, dia sama manusianya dengan kita, kita wajib membantu kelelahan hidupnya.
109. ORANG 5                 :  Ya benar, hidup ini memang sudah sarat dengan persoalan. Tetapi kenapa perempuan muda ini yang harus menempuhnya?
110. ORANG 6                 :  Mari, kita berusaha menyembuhkannya.

LANTAS ORANG-ORANG LORONG BERUSAHA MENYEMBUHKAN DENGAN DOA-DOA RITUAL MEREKA. SETELAH DIBERI BEBERAPA RAMUAN JAMU SISI MULAI SADARKAN DIRI.

111. SISI                           :  Orang-orang aneh lagi, apa kalian juga akan meninggalkan aku, menjauhiku seperti yang lain…
112. ORANG 2                 :  Kenapa kau katakan itu ?
113. SISI                           :  Aku sedang menjalani pelik dan rumitnya hidup, tetapi orang-orang malah menjauhiku, bahkan orang-orang tercintaku mencampakkan aku. Aku yang sedang terkena musibah, malah semakin hari semakin dapat masalah. Aku memang sedang susah, karena lupa Gusti Allah aku hamil di luar nikah.
                                             (Berbicara sendiri) dikeluarkan dari sekolah, tidak diterima di rumah... aku lelah. Dijauhi teman-teman, orang-orang terkasihpun lambat laun meninggalkan... aku bosan....
114. ORANG-ORANG     : O…
115. ORANG 6                 : Jangan kau anggap musibah itu adalah musibah. Tetapi anggaplah sebagai anugerah, serta petiklah hikmah daripadanya.
116. SISI                           : Tapi aku telah melulu berdosa, bahkan dengan orang tua. Akupun telah durhaka, membuat dia murka. Masihkah aku terampuni ?
117. ORANG 6                 : Gusti Allah itu samudera kasih. Jangan kau remehkan Beliau. Jika kau sungguh-sungguh bertaubat, Beliau pasti menerima.
118. SISI                           : Masih mau menerima..
119. ORANG 6                 : Ya, pasti ! seperti kami di sinipun akan menerima ketulusan hatimu dengan lapang dada. Mari kami antarkan kau ke tempat ibadah.
120. SISI                           : Terima kasih.

SISI DAN ORANG-ORANG LORONG MENUJU KE SUATU TEMPAT. MENINGGALKAN PANGGUNG

BAGIAN 5
DI MARKAS ANAK-ANAK PUNK
121. BOS                          : (Marah besar dengan bahasa yang tidak jelas) Operty iuythu nhuuijku bfgtrye, okiuperty ihu nhuuijku bfgtrye. Operty iuythu nuye, okiuperty ihu nhuuijku bfgtrye.
122. P M                           : (Merasa bersalah dan hampir menangis) Itu bukan salah saya bos, bukannya saya tak berani, masak saya ditandingkan dengan anak kecil, yang benar saja..
123.BOS                           : Operty iu bfgtyre, okiuperty ihu nhuuijku brye.
124. P M                           : Ya baiklah, kalau saya tetap disalahkan..
125. PUNK JAMBU         : Kamu memang salah, tugas begitu saja tidak mampu.
126. JI-PUNK                   :  Gara-gara kamu, schedulle kita berantakan. Kita rugi immaterial, kita jadi gagal. Sial !!
127. PKBN                       : Ho’oh, sial !
128. PINKPUNK              : Idih.. kamu pigimana[13] sih.. kacau... kacau, kepalaku jadi pusing…
129. JI-PUNK                   : Menurut catatanku, gara-gara kegagalanmu kita rugi sebanyak 32 kali.

KARENA DIMARAHI OLEH SEMUA ANGGOTA PUNK, PUNK MELANKOLIS MENANGIS.

130. PUNK JAMBU         :  Dasar Punk Melankolis ! Gitu aja nangis, minta perhatian.
131. PUNK-SIT                : Punk kok tidak tahan banting.
132. PKBN                       : Punk itu harus eye-waterproof .
133. PUNK-SIT                : Apa itu ?
134. PKBN                       : Artinya, anti air mata, seorang punker tidak boleh nangis. Apa itu, setiap dimarahi nangis, mewek, kolokan banget kamu.
135. BOS                          : (Menasehati) operty iuythu nhu bfgtrye, okiuperty ihu nhuuijku.
136. PINKPUNK              : Ini baru rombongan kita yang marah. Coba kalau rombongan Punk se Asia tenggara marah semua padamu, habis deh air matamu !

PUNK MELANKOLIS MASIH MENANGIS MERASA BERSALAH. DI TENGAH TANGISNYA HANDPHONE-NYA BERBUNYI.

137. P M                           : (Masih menangis) Ya, halo. Ada apa ? sedang sedih nih. Kalau tak ada kabar baik telponnya nanti saja. (tiba-tiba wajahnya jadi cerah, ada berita bagus, tangisnya langsung berhenti) Apa ? Gadis muda yang aku cari-cari itu sudah ketemu ? Ya.. baik, aku akan segera kesana...
138. BOS                          : Operty iuyhu nhuuijku bfgtrye ?
139. P M                           : Berita bagus bos, wanita muda yang mau kita santlap[14] itu sudah ketemu..
140. BOS                          : (Memberi perintah) Oiuythu nhuuijke, rty ihu n !!!

ANAK-ANAK PUNK LANGSUNG BERHAMBUR KELUAR MARKAS, KELUAR PANGGUNG

BAGIAN 6
DI MARKAS MODIS, SEMUA BERPIKIR KERAS UNTUK MENDAPATKAN SISI.

141, MODELIA                : Hu… gara-gara rombongan jabrik semua jadi kacau... kacau beliau semua rencana kita.
142. MODELINI               : Gara-gara jabrik bagaimana ? Ini karena kita yang telat  datang.
143. MODENA                 : Modelini ! Kita telat datang, karena kamu mandi kelamaan.
144. MODELINI               : Eh, kok aku disalahin ? Ini karena adik kamu Modelia yang  bersoleknya salah melulu !
145. MODELIA                : Aku kok jadi disalahkan ?
146. MODELINI               : Iya memang gara-gara kamu ! coba tanya Modeni.
147. MODENI                  : Ho’oh.
148. MOMOD                  : Sudah.. jangan pada ribut sendiri ! Ayo, kita rebut bareng-bareng.

KEMUDIAN SEMUA KAUMODE MENYALAHKAN SATU SAMA LAIN.

149. MODELO                 : Hei, cukup saling menyalahkan ! ingat kata pepatah, bersalah kita teguh bercerai kita runtuh.
150. KAUMODE              : Hu….
151. MOMOD                  :  Daripada saling menyalahkan, lebih baik kita konsentrasi bersama.

KAUMODE MEMBUAT KOMPOSISI GERAK UNTUK MELAKUKAN KONSENTRASI MASSAL. DAN SETELAH KONSENTRASI.

152. MOMOD                  :  Ketemu ?
153. KAUMODE              : Di sana (masing-masing menunjuk ke arah yang berbeda) ha ?
154. MOMOD                  : Kita ulangi.

KEMBALI KAUMODE MEMBUAT KOMPOSISI GERAK DAN SETELAH ITU.

155. MOMOD                  : Ketemu ?
156. KAUMODE              : Di sana (semua masih menunjuk ke arah yang berbeda)  ha?
157. MOMOD                  : Baiklah, sekali lagi.

KAUMODE KEMBALI MEMBUAT KOMPOSISI GERAK UNTUK KONSENTRASI. DAN SETELAH KONSENTRASI.

158. MOMOD                  :  Bagaimana sekarang ?
159. KAUMODE              : Di sana (sekarang semua menunjuk ke arah yang sama) yes!

KAUMODE BERLARI MENUJU KE ARAH YANG DITUNJUK.

BAGIAN 7
DI SUATU TEMPAT TERAKHIR BAGI SISI. SETELAH ORANG-ORANG LORONG MELAKUKAN RITUAL PERSEMBAHAN KEPADA GUSTI.

160. SISI                           : (Dengan penuh senyum kebanggaan) Yah.. karena beban hidup yang teramat sangat, aku jadi sekarat. Namun kini aku sudah merasa nikmat, kapanpun aku siap menghadap. Karena aku sudah merasa diterima, aku telah merasa dicinta, cinta abadi semesta.

SEJENAK KEMUDIAN SISI ROBOH DARI SAKIT DAN SEKARATNYA. IA TELAH DITELAN USIA MUDA.
161. ORANG 6                 : Sang Maha Nasib, penguasa jagad, terimalah manusia muda penuh derita ini di pangkuanMu, di surgaMu, dia pasti akan sembuh dan bahagia.

ANAK-ANAK PUNK DAN KAUMODE SECARA BERSAMAAN HADIR DI TEMPAT RUH SISI MENINGGALKAN ALAM SEMESTA. MEREKA HANYA DAPAT MELONGO MELIHAT KEPERGIAN SISI.

162. ORANG 6                 : Ya, kini dia telah lega. Dicinta oleh yang Maha Tulus dan Maha Ikhlas mencintainya... Tuhan Sang Pencipta Cinta...

ANAK-ANAK PUNK DAN KAUMODE HANYA TERDIAM, KAKU.

BAGIAN 8
SEMENTARA DI RUMAH AYAH DAN IBU SISI.

163. IBU                            : Yah.. Ayah..
164. AYAH                       : Apa ?
165. IBU                            : Sisi, yah…
166. AYAH                       : Apa bikin ulah ?
167. IBU                            : Ya, untuk terakhir kalinya… (tidak kuat menahan haru dan tangisnya) ia telah pergi, ia meninggalkan dunia ini karena sakit parah lahir batinnya, ia mati karena sakit hati karena hidup diantara orang tua yang sakit, ia sekarat diantara masyarakat yang sakit, Sisi semata wayang kita telah pergi, kasihan Sisi, kasihan bayi yang tengah dikandungnya.
168. AYAH                       : Ha ?

LAGU KEMATIAN MENUTUP CERITA INI.

SEMOGA MENJADI PEMIKIRAN BAGI YANG KEHILANGAN ARAH. SEMOGA MENJADI PEMICU MENCARI OBAT BAGI MASYARAKAT YANG SAKIT.
SELESAI.

Yogyakarta, 17 Juni 2008




Nama Panggung: Puthut Buchori
Nama Asli: Buchori Ali Marsono
No KTP : 13.5002.060971.0001
Alamat : Gowongan Kidul Jt III/412 Yogyakarta 55232



[1] Sebuah gaya kaum pinggiran dengan baju dan celana ketat, rambut kaku berdiri seperti suku Mohawk di Indian dan banyak asesoris dari metal di seluruh tubuhnya.
[2] Meteng (Jawa), berarti Hamil.
[3] Ungkapan bernada bertanya karena disepelekan.
[4] Ubyang-ubyung (Jawa), berarti berjalan kesana-kemari mengikuti arus kawan-kawanya.
[5] Ungkapan menyepelekan pembicaraan.
[6] Anyaran (Jawa), berarti masih baru
[7] Genter (Jawa), berarti bilah bambu yang panjang
[8] Berarti kelompok kaum marginal yang tidak diakui secara hokum.
[9] Ati-ati (Jawa), berarti hati-hati
[10] Bete, bahasa remaja yang berarti bosan
[11] Akika, dalam kamus gaul karya : Debby Sahertian berarti Aku
[12] Curhat, akronim dari curahan hati.
[13] Pigimana, adalah distorsi kata dari kata bagaimana
[14] Santlap (Jawa), berarti dimakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar